Mandiri Dorong Wirausaha muda pesantren di Jatim
Wirausaha Muda Mandiri Rambah Pesantren
Bank Mandiri Mempersembahkan 12 Wirausahawan Terbaik 2009
Cetak Wirausahawan Handal, Mandiri Kembali Gelar Program Wirausaha Mandiri
Tanamkan Semangat Wirausaha, Bank Mandiri Sosialisasikan Modul Wirausaha Kepada Dosen
Cetak Wirausahawan Handal, Mandiri Kembali Gelar Program Wirausaha Mandiri
Bank Mandiri raih Penghargaan CSR
Perpanjangan pendaftaran MYTA 2011
Program Pelatihan Bisnis Waralaba
Boot Camp Training Program Wirausaha Muda Mandiri: Bentuk Pengusaha Beretika
Direktur Utama Bank Mandiri : Pendidikan Wirausaha untuk Semua
Bank Mandiri Gelar Expo Wirausaha Mandiri
Expo Wirausaha Mandiri 2011, Pembuktian Tekad Pebisnis Muda
Sejak Dini Bangkitkan Semangat Saya Pasti Bisa
Bentuk Wirausahawan Tangguh, Bank Mandiri Terus Melatih Peserta Wirausaha Mandiri
Targetkan peserta 3.600, Wirausaha Muda Mandiri kembali digelar
Workshop Modul Wirausaha untuk Dosen
Program Pelatihan Bisnis Waralaba
Selasa, 24 Mei 2011

Banyak pengusaha sukses menjalankan bisnis waralaba. Omzetnya mulai dari ratusan juta hingga miliaran bahkan triliunan rupiah perbulan. Tidak heran bisnis waralaba merebak di mana-mana. Mulai dari produk makanan sampai jasa pendidikan. Sebagian peserta program Wirausaha Muda Mandiri pun bergerak di bisnis waralaba.

Sebagai upaya sistematis untuk memperkuat keterampilan mengelola usaha waralaba (franchise), Bank Mandiri mengadakan workshop bertema “How to Franchise Your Business”. Workshop diberikan bagi 25 orang finalis nasional dan pemenang program Wirausaha Muda Mandiri angkatan 2007-2010, selama tiga hari, sejak Rabu (6/4) s.d Jumat (8/4) di Hotel Arya Duta, Menteng, Jakarta.

Workshop "How to Franchise Your Business" oleh Burang Riyadi

Menurut Senior Vice President Corporate Secretary Bank Mandiri Sukoriyanto Saputro, program workshop bisnis waralaba bertujuan untuk membekali alumnus program Wirausaha Muda Mandiri yang berbisnis waralaba. “Melalui program ini peserta tidak hanya diberi pelatihan teknis bisnis waralaba, tapi juga petunjuk bagaimana proses dan tahapan bisnis waralaba yang baik dan benar, dari sisi manajemen maupun hukum,” kata Sukoriyanto. Sebab, banyak kejadian di lapangan ketika terjadi konflik antara pemilik merek dengan mitra usaha bisnis waralaba tidak dapat diselesaikan secara baik hingga berujung pada bangkrutnya bisnis.

Hal tersebut menurut Sukoriyanto, terjadi lantaran pebisnis waralaba tidak memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) yang jelas. “Dengan workshop ini diharapkan alumnus program Wirausaha Muda Mandiri yang bergerak di bisnis waralaba makin tangkas untuk terus meningkatkan bisnisnya, dan lebih siap sebagai perusahaan franchise,” tandas Sukoriyanto.

Workhsop digelar bekerja sama dengan IFBM (International Franchise Business Management). Menghadirkan para pemateri (senior konsultan) yang berkompeten di bidang bisnis waralaba seperti  Burang Riyadi MBA, Ir Royandi Yunus MBA, Iqbal Kurniadi, serta tim konsultan IFBM lainnya.

Masing-masing pemateri memberi pembekalan di bidang strategi, manajemen, organisasi, dan program pelatihan waralaba, seperti bagaimana memahami bisnis waralaba berdasarkan peraturan pemerintah dan praktik umum (common practice), yang mencakup definisi dan keuntungan/kerugian waralaba, kriteria dan ketentuan sesuai peraturan pemerintah, cara mengurus pendaftaran waralaba, serta prinsip-prinsip mewaralabakan yang efektif.

“Pokoknya semua tentang bisnis waralaba dibeber secara rinci dan detail, supaya peserta betul-betul menguasai apa dan bagaimana bisnis waralaba,” tambah Assistant Vice President CSR Center Bank Mandiri, Nila Mayta Dwi Rihandjani.

Membentuk business concept yang layak waralaba (franchisable), menggali filsosofi usaha, menentukan visi dan misi usaha, membentuk konsep usaha yang terukur  dari sisi keuangan, sampai dengan membentuk organisasi franchisor (pemberi waralaba), papar Nila. Dari sana dapat diketahui bahwa tidak semua jenis bisnis layak untuk diwaralabakan.

Rosnendya Wishnu Wardhana, salah seorang peserta program mengaku beruntung ikut pelatihan. “Karena kami jadi tahu ilmunya berbisnis waralaba,” tandas pemenang penghargaan WMM angkatan 2010 yang memiliki usaha Oleh – Oleh Khas Melayu Batam.

Menurutnya, pelatihan ini memberinya pemahaman bahwa bisnis waralaba tidak hanya berusaha bagaimana meraih laba sebanyak-banyaknya. Melainkan menciptakan branding yang membanggakan.  “Inilah value-nya,” kata pria yang akrab disapa Wishnu ini. 

Meskipun saat ini Wishnu belum mewaralabakan bisnis makanan yang digelutinya. Tapi dengan ilmu yang didapatkan dari pelatihan, ke depan jika dia berbisnis waralaba, maka ilmunya sudah mantap.  “Saya akan menggodok lebih dulu semua pengetahuan yang saya dapatkan dari pelatihan ini, sebelum terjun di bisnis waralaba,” kata Wishnu.

Demikian pula dengan Agung Nugroho Susanto peserta program pelatihan lainnya. Menurutnya, sekarang matanya makin terbuka. “Walaupun bisnis waralaba saya sudah punya 170 outlet, ternyata banyak sekali sistemnya yang harus dibenahi,” kata pemilik waralaba laundry kiloan Simply Fresh. Bagi Agung, workshop sangat membantu memantapkan dirinya bergerak di bisnis waralaba.

Manfaat Ganda

Bagi para peserta seperti Agung maupun Wishnu, selain mendapatkan tambahan ilmu dan kiat-kiat berbisnis waralaba dari para pakar, juga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk sharing dengan rekan-rekannya yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan pertemuan dan sharing informasi, segala kemungkinan peluang bisnis dapat terbuka luas.

“Ajang seperti ini juga sebagai silahturahmi yang sangat bermanfaat bukan hanya dalam dimensi bisnis tapi juga persahabatan,” kata Kharismawan, peserta lainnya. Menurutnya banyak hal yang mengesankan dalam program pelatihan.

Sebagaimana ditulis sebelumnya, Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri merupakan wujud pelaksanaan corporate social responsibility (CSR) Bank Mandiri di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Program yang bertujuan memotivasi dan mengajak masyarakat Indonesia menjadi pencipta lapangan pekerjaan tersebut terbukti mampu menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang memiliki kontribusi jelas terhadap persoalan pengurangan pengangguran dan penurunan angka kemiskinan.

Sumber : Harian Seputar Indonesia