Mandiri Dorong Wirausaha muda pesantren di Jatim
Wirausaha Muda Mandiri Rambah Pesantren
Bank Mandiri Mempersembahkan 12 Wirausahawan Terbaik 2009
Cetak Wirausahawan Handal, Mandiri Kembali Gelar Program Wirausaha Mandiri
Tanamkan Semangat Wirausaha, Bank Mandiri Sosialisasikan Modul Wirausaha Kepada Dosen
Cetak Wirausahawan Handal, Mandiri Kembali Gelar Program Wirausaha Mandiri
Bank Mandiri raih Penghargaan CSR
Perpanjangan pendaftaran MYTA 2011
Program Pelatihan Bisnis Waralaba
Boot Camp Training Program Wirausaha Muda Mandiri: Bentuk Pengusaha Beretika
Direktur Utama Bank Mandiri : Pendidikan Wirausaha untuk Semua
Bank Mandiri Gelar Expo Wirausaha Mandiri
Expo Wirausaha Mandiri 2011, Pembuktian Tekad Pebisnis Muda
Sejak Dini Bangkitkan Semangat Saya Pasti Bisa
Bentuk Wirausahawan Tangguh, Bank Mandiri Terus Melatih Peserta Wirausaha Mandiri
Targetkan peserta 3.600, Wirausaha Muda Mandiri kembali digelar
Workshop Modul Wirausaha untuk Dosen
Boot Camp Training Program Wirausaha Muda Mandiri: Bentuk Pengusaha Beretika
Selasa, 19 April 2011

Melanjutkan pembinaan peserta Program Penghargaan Wirausaha Mandiri, Bank Mandiri menggelar Boot-Camp Training Program bertema “Ethic for Enterpreneur”. Kegiatan ini diikuti oleh total 200 peserta yang terdiri dari para pemenang, finalis nasional, dan finalis daerah Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2010. Seluruh kegiatan dilaksanakan di Rumah Perubahan Rhenald Kasali, di Bekasi Jawa Barat.
   
Menurut Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri,  Pahala N. Mansury, program ini menitik beratkan pada pembentukan karakter, etika, dan nilai-nilai yang baik bagi para pengusaha muda. Supaya dalam menjalankan bisnisnya tidak sekadar mengejar keuntungan jangka pendek semata, namun secara jangka panjang dan profesional.

Program Boot-Camp Training dirancang secara khusus dengan tujuan agar para pengusaha muda dapat menghindari godaan-godaan untuk “cepat” menjadi kaya dan sukses dengan mengabaikan prinsip-prinsip berbisnis yang benar. Pembinaan bersifat ethic ini dirasa sangat urgent terkait dengan maraknya praktik-praktik bisnis yang hanya mengejar kekayaan. Akibatnya jalan apa pun ditempuh guna mencapai tujuan, termasuk menempuh jalan pintas yang mengabaikan pentingnya inovasi dan pembangunan usaha berkelanjutan.

Cara bisnis spekulatif seperti antara lain money games yang mengajarkan seolah-olah berbisnis itu sangat mudah, merupakan gejala yang memprihatinkan karena berdampak negatif terhadap kepercayaan publik pada dunia usaha. Cara ini pun dilakukan tanpa etos kerja yang baik yakni kerja keras, disiplin, jujur, dan konsisten. Bukan hanya itu, godaan dunia politik yang ‘menarik’ juga berpotensi memalingkan perhatian kaum muda dari dunia bisnis.



Peserta program Boot-Camp Training menerima pelatihan tentang etika bisnis dari para praktisi yang kompeten di bidangnya masing-masing antara lain Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. Komarudin Hidayat, Direktur Sumber Daya WIKA, Toni Warsono, CEO XL, Hasnul Suhaimi, CEO Sidomuncul, Irwan Hidayat, Direktur Astra International, Aminuddin, CEO Garuda Food ,Sudhamek Agoeng  dan CEO Blue Bird, Purnomo Prawiro.

“Melalui program ini, kami berharap  dapat mempertajam sense of awareness para Wirausaha Muda Mandiri terhadap aspek etika dalam kewirausahaan. Meningkatkan sense of responsibility untuk berperan serta membangun masyarakat dan memperkuat entrepreneurial insight,” papar Pahala N. Mansury.
 
Program ini juga berfungsi untuk membekali para pemenang dan finalis Wirausaha Mandiri 2010 agar mampu menggali dan membangun sumber-sumber keunggulan yang sustainable dalam menjalankan usahanya, serta memberikan peluang kepada para finalis untuk mengevaluasi perjalanan hidup dan bisnisnya dalam jejaring sosial yang lebih luas.  Pahala menekankan pentingnya aspek sustainable sebagai salah satu kata kunci dalam menjalankan usaha.

Sharing

Bagi para peserta, selain mendapatkan tambahan ilmu dan kiat-kiat berbisnis dari para pakar bisnis, juga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk sharing dengan para Wirausaha Muda lainnya yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan pertemuan dan sharing informasi, segala kemungkinan peluang bisnis dapat terbuka luas. Seperti dikatakan Mulki, salah seorang peserta yang berasal dari Surabaya. Menurut finalis Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2010 wilayah Jawa Timur ini, kegiatan Boot Camp-Training program sangat bermanfaat, bukan hanya bagi pengembangan usaha, tapi juga dalam membangun hubungan antar manusia.

“Saya sangat terkesan dengan seluruh kegiatan dalam program ini. Mendapat banyak pelajaran tapi dengan cara menghibur dan menyegarkan,” kata Mulki. Hal senada dikatakan Prika, peserta yang datang dari Denpasar, Bali. Menurutnya kegiatan ini sangat penting. Karena, kata Prika, tidak hanya menambah wawasan bisnis, tapi juga nilai-nilai dan etika.

“Pokoknya beruntung sekali saya bisa bergabung dalam rangkaian acara ini,” kata Prika yang merupakan finalis Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri  2010 dari wilayah Denpasar, Bali.

Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri merupakan wujud corporate social responsibility (CSR) Bank Mandiri di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Program yang bertujuan memotivasi dan mengajak masyarakat Indonesia menjadi pencipta lapangan pekerjaan tersebut terbukti mampu menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang memiliki kontribusi jelas terhadap persoalan pengurangan pengangguran dan penurunan angka kemiskinan.

Sumber : Harian Seputar Indonesia