Pendidikan Wirausaha untuk Semua
Selasa, 26 Januari 2010 
Action, itulah salah satu modal utama untuk menjadi wirausaha sukses. Saat ini, banyaknya potensi yang dimiliki generasi muda untuk berwirausaha belum sepenuhnya terakomodasi. Keterbatasan pendidikan dan informasi tentang kewirausahaan menjadi fokus Bank Mandiri untuk membuka peluang yang sangat besar dari ide segar anak-anak muda. “Perlu pendidikan secara menyeluruh untuk mencapai mental-mental wirausaha sejati,” tegas Dirut Mandiri Zulkifli Zaini seusai pemberian penghargaan WM 2010. Pendidikan wirausaha ini harus diikuti tidak hanya oleh para mahasiswa, namun juga para dosen.
Zulkifli Zaini mengatakan bahwa dosen dan para pengajar perlu mendapat pelatihan khusus, karena selama ini untuk menjadi wirausaha hanya mengandalkan learning by doing. Berdasarkan kenyataan itu, Bank Mandiri memfasilitasi dosen-dosen kewirausahaan dengan Training of Trainer untuk membekali mereka dalam menggunakan modul kewirausahaan mandiri. Selain itu Bank Mandiri juga menciptakan dosen untuk menjadi seorang business coach yang baik bagi mahasiswamahasiswanya yang sedang & akan berwirausaha. Untuk mencapai kesamaan mindset tersebut diperlukan tolok ukur yang merata dan menjadi standar semua lembaga pendidikan yang ada di Indonesia, khususnya pada pendidikan tinggi. “Modul kewirausahaan telah dibuat dan terus disempurnakan yang difasilitasi Bank Mandiri, bekerja sama dengan Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, dan Institut Teknologi 10 November Surabaya,” jelas Zulkifli.
Dia menambahkan, pada tahun 2011 program Wirausaha Mandiri akan terus dikembangkan dengan penambahan satu kategori yaitu, technopreneur atau wirausaha pada bidang teknologi di samping tiga kategori yang telah ada. Selain bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional, Bank Mandiri juga menggandeng para pengusaha nasional untuk berbagi ilmu dan pengalaman berwirausaha dengan para mahasiswa dan dosen. Tak kalah penting, jelasnya, adalah peran media dalam menyebarluaskan semangat untuk berwirausaha dan menjadi pembuka lapangan kerja. “Kami para bankir ngertinya cuma mengurus uang, memberikan kredit, pinjaman. Untuk mencetak wirausaha mandiri, kami juga memberikan fasilitas pembiayaan bagi para wirausahawan muda,” ungkap Zulkifli. Dengan dukungan tersebut, diharapkan program Wirausaha Mandiri mampu membantu meningkatkan angka wirausaha di Tanah Air, sekaligus menjadi pemicu bagi BUMN lainnya untuk mengikuti jejak Bank Mandiri. Dengan banyaknya penambahan jumlah wirausaha muda, diharapkan pencapaian 2% jumlah penduduk Indonesia sebagai pengusaha bisa segera tercapai. Saat ini tercatat baru 0,18% penduduk Indonesia yang menjadi pengusaha.
Sumber : Media Indonesia
|