Perjalanan Menularkan ‘Virus’ Wirausaha
Minggu, 24 April 2011
Sejak digelar pada 2007 lalu, sudah banyak perkembangan penting terjadi pada program WirausahaMandiri (WM). Salah satunya, adalah jumlah peserta yang terus meningkat.“Pada 2007 ada 488 peserta dari 26 perguruan tinggi. Lalu, di tahun 2010 jumlahnya melonjak menjadi 3.294 peserta dari 412 perguruan tinggi,” jelas Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini. Kemudian, pada 2010 Bank Mandiri menambahkan satu kategori baru yakni Wirausahawan Terinovatif pada bidang usaha kreatif, baik di kategori mahasiswa diploma dan sarjana maupun pascasarjana dan alumni. Lalu ke depan, menurut Zulkifli akan dilakukan penambahan kategori bidang usaha Teknopreneur. Tak hanya itu, rangkaian program WM lain seperti pembinaan wirausaha, workshop, dan pemberian beasiswa juga berkembang pesat. Pemberian beasiswa WM bagi mahasiswa pun bertambah yakni 200 mahasiswa dari 20 perguruan tinggi pada 2007 menjadi 1.000 mahasiswa dari 40 perguruan tinggi pada tahun berikutnya. Tahun 2009 penerima beasiswa meningkat lagi menjadi 1.680 mahasiswa dari 56 perguruan tinggi. Pada 2009 Bank Mandiri bekerjasama dengan dengan enam perguruan tinggi negeri (Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Insitut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan Universitas Gadjah Mada) menyusun Modul Kewirausahaan yang kemudian digunakan sebagai materi kuliah kewirausahaan. “Kini Bank Mandiri sudah menandatangani kerjasama dengan 268 perguruan tinggi untuk memasukkan modul itu ke dalam kurikulum perguruan tinggi,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri, Sukoriyanto Saputro.
Awal 2011 ini, Bank Mandiri mengembangkan lagi program WM dengan menyelenggarakan ”Entrepreneur National Lecturer Series 2011”. Dalam kegiatan ini, Bank Mandiri akan menghadirkan pengusaha-pengusaha nasional untuk memberikan kuliah tentang kewirausahaan. Kuliah dilakukan langsung ke seluruh peserta di 33 provinsi dengan teknologi video conference yang difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan Nasional RI.
Sumber : Booklet Tempo
|