|
Pada tahun 2009 lalu, angka pengangguran terbuka di Indonesia masih mencapai 8,9 juta jiwa. Lebih dari satu jutanya adalah penganggur bergelar sarjana lulusan diploma, sarjana maupun pasca sarjana. Menghadapi realita ini, perlu langkah nyata dari semua pihak untuk menekan angka pengangguran dan membangkitkan semangat wirausaha. Dengan demikian lapangan kerja makin terbuka dan makin banyak tenaga kerja yang terserap. Bank Mandiri melalui program Wirausaha Mandiri ikut terpanggil untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya dengan menumbuhkan semangat entrepreneurship di kalangan mahasiswa untuk melahirkan generasi pencipta lapangan kerja. Hal ini diwujudkan dengan menyusun modul kewirausahaan yang diharapkan dapat diterapkan dalam perkuliahan di perguruan tinggi. Modul Kewirausahaan disusun bekerjasama dengan 6 tim perguruan tinggi dari Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi 10 November Surabaya dan Universitas Gadjah Mada. Launching modul telah dilaksanakan bersamaan dengan acara Penghargaan Wirausaha Mandiri di Jakarta, 22 Januari 2010, dimana Wakil Presiden Boediono menyerahkan modul ini kepada enam rektor perguruan tinggi tersebut. Sebagai bukti keseriusan Mandiri dalam penyusunan modul, maka telah dilaksanakan penyerahan paket modul kewirausahaan oleh Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh kepada 57 rektor perguruan tinggi se-Indonesia di Makassar pada 15 Februari 2010, setelah acara penandatanganan nota kesepakatan antara Bank Mandiri dan Panitia Pelaksana Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2010. Setiap Paket Modul Kewirausahaan, terdiri dari :
Modul ini diharapkan dapat menjadi materi dalam pengajaran mata kuliah kewirausahaan di kampus ? kampus. Sementara output dari proses pengajaran modul ini tidak saja memberi pengetahuan tentang kewirausahaan, melainkan juga adanya pembuatan business plan dan simulasi bisnis serta tindakan riil berwirausaha, yakni kemampuan memulai suatu usaha dengan prinsip ? prinsip yang benar, mengetahui tahap-tahap memulai bisnis dan berani mengambil resiko. |
|