Berpameran di luar negeri tentu kesempatan yang diinginkan para usahawan. Dengan mempromosikan usaha di negeri seberang, terbuka kesempatan untuk memperluas pasar sehingga usaha dapat berkembang lebih luas. Hal inilah yang dirasakan Saptuari Sugiharto, pengusaha Kedai Digital dari Yogyakarta. Agustus 2010 lalu, Saptu bersama tiga orang pemenang Wirausaha Mandiri lainnya, berkesempatan mengikui pameran Bisnis Asia di Kuala Lumpur, Malaysia. Pameran ini diikui oleh ratusan perusahaan dari beberapa negara Asia, seperi Malaysia, Singapura, India, Hongkong dan India. “Paling tidak para pengunjung di sana sudah mengenal apa saja produk Kedai Digital,” ujar Saptu yang menjadi pemenang Wirausaha Mandiri 2007 kategori pascasarjana dan alumni. Berbagai pembinaan, workshop, promosi dan pendampingan usaha yang dilakukan Bank Mandiri terbuki mampu mendongkrak kinerja usaha para finalis dan pemenang Wirausaha Mandiri. Hal ini terlihat pada perkembangan usaha Saptu. Tahun 2007 ia baru memiliki 11 outlet dengan 85 karyawan, dan belum menjalankan sistem kemitraan. Saat ini Kedai Digital berkembang menjadi 55 outlet di 34 kota dengan 330 karyawan.
Saptuari Sugiharto - Denny Delyandri - Henky Eko SriyantonoHal yang sama juga dirasakan Denni Delyandri, pemenang Wirausaha Mandiri 2008 kategori pascasarjana dan alumni bidang usaha boga. Sebelum mendapat binaan dan promosi dari Bank Mandiri, pengusaha oleh-oleh khas Batam ini baru memiliki 4 cabang dan 65 orang karyawan. Saat ini ia telah memiliki 7 cabang dengan total 130 orang karyawan. “Dampak promosi dan binaan dari Bank Mandiri sangat terasa. Omzet pun meningkat hingga 200 persen,” ujar Denni.
Pengembangan usaha yang cukup signifikan juga dirasakan Henky Eko Sriyantono, pemilik Bakso Malang Kota Cak Eko, yang menjadi pemenang Wirausaha Mandiri 2008 kategori pascasarjana dan alumni bidang usaha boga. Sebelumnya ia baru mempunyai 80 gerai. Saat ini berkembang menjadi 135 gerai. Karyawan pun menjadi 500-an orang dari sebelumnya sekitar 300. Omzet pun rata-rata naik 20 persen per tahun. “Branding usaha juga menjadi lebih dikenal masyarakat,” ujar Cak Eko.
Sumber : Booklet Tempo